Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Setelah berhari-hari pencarian yang menyita perhatian publik, Abdullah Wafiq (20), mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir asal Kota Bengkulu, akhirnya ditemukan menjelang Jumat waktu setempat. Kabar ini sekaligus mengakhiri masa penantian panjang yang penuh doa, harap, dan air mata.
Informasi penemuan tersebut disampaikan langsung oleh ayahanda almarhum kepada Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar, K.H. Romli Ronan, Lc., M.H. Dalam pesan yang sarat keteguhan iman, keluarga menyatakan keikhlasan dan keridhoan atas ketetapan Allah SWT.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Insya Allah kami ridho atas ketentuan Allah. Ananda Wafiq ditemukan sebelum Jum’at waktu setempat. Terima kasih atas doa dan bantuan ustadz, Baznas, dan semua pihak. Kami masih berada di kejaksaan menunggu surat izin untuk dibawa ke rumah sakit melihat almarhum ananda kami tercinta,” ungkap ayah almarhum.
Ketua RT 05 Kelurahan Kebun Dahri, Wiriadi Ishak, sempat membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam kejadian itu dua mahasiswa terseret ombak. Satu korban lain—mahasiswa asal Pulau Jawa—ditemukan lebih dahulu dalam kondisi mengapung, sementara Wafiq dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim SAR setempat.
Selama proses pencarian, keluarga besar almarhum bahkan telah berangkat langsung ke Kairo, berharap dapat menyusul kabar baik dan memastikan kondisi sang putra. Doa-doa terus dipanjatkan dari Bengkulu, dari masjid ke masjid, dari lisan para kerabat, sahabat, dan masyarakat yang ikut larut dalam keprihatinan.Penemuan jenazah Abdullah Wafiq menjadi duka mendalam, namun juga menghadirkan kepastian setelah hari-hari penuh ketidakjelasan. Sikap keluarga yang menyatakan ridho dan berserah diri menjadi cerminan keteguhan iman di tengah ujian yang sangat berat.
Peristiwa ini sekaligus kembali mengingatkan pentingnya keselamatan mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya di kawasan wisata alam yang memiliki risiko tinggi. Publik berharap adanya pendampingan maksimal dari perwakilan resmi Pemerintah Indonesia di Mesir, serta evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan mahasiswa asing.
Abdullah Wafiq dikenal sebagai mahasiswa semester empat Universitas Al-Azhar Mesir, putra dari pasangan Nazuardi dan Syafni, warga Jalan Al Furqon RT 05 Kelurahan Kebun Dahri, Kota Bengkulu. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun juga doa agar almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
