Pagi masih berselimut embun ketika pelataran antara Gedung Aligarh dan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) mulai dipenuhi barisan rapi. Jumat (16/1) itu, seluruh Siswa Kelas Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) 2026—yang menamakan diri The Brilliant Generation—berkumpul untuk satu momen istimewa: perfotoan bersama sebelum melangkah menuju fase kehidupan berikutnya.
Sejak pukul 05.00 WIB, para santri telah hadir dengan mengenakan kemeja dan almamater resmi angkatan. Wajah-wajah segar, langkah mantap, dan barisan yang tertata menciptakan harmoni dengan suasana pagi yang masih tenang. Di hadapan mereka hadir Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Rektor UNIDA Gontor, para wali kelas, serta guru-guru pembimbing—lengkap dalam satu bingkai kebersamaan.
Perfotoan ini bukanlah kegiatan biasa. Hampir satu bulan penuh dipersiapkan demi memastikan setiap detail berjalan sempurna. Koreografi barisan telah dirancang matang, lengkap dengan panduan tertulis yang dibagikan kepada para santri. Pergantian formasi demi formasi berlangsung tertib dan sistematis, mencerminkan kedisiplinan yang telah ditempa bertahun-tahun di Gontor.
Suasana kian hangat ketika K.H. Hasan Abdullah Sahal menyapa para santri. Senyum, wejangan singkat, hingga pantun yang beliau lontarkan mencairkan suasana tanpa menghilangkan kekhidmatan. Kamera pun mulai mengabadikan momen, diawali dengan formasi utama bertuliskan “Bright, Bold, Brilliant”, disusul 12 formasi lainnya yang menjadi simbol semangat, keberanian, dan kejernihan visi The Brilliant Generation. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan mars angkatan dan perfotoan per kelas—mengunci kebersamaan dalam nada dan cahaya.
Perfotoan tahun ini terasa berbeda. Pembangunan New BPPM yang hampir rampung menghadirkan sudut pandang baru pada bidikan kamera, memberi kesan lebih luas dan megah. Kehadiran maskot The Brilliant Generation pun menambah nuansa unik dan menyuntikkan semangat tersendiri bagi seluruh santri.
Usai sesi bersama, agenda berlanjut dengan perfotoan individual Bapak Pimpinan PMDG dan para guru pembimbing di Gedung Aligarh. Coffee break kemudian menjadi ruang jeda yang hangat—tempat silaturahmi, tawa ringan, dan percakapan singkat yang mungkin kelak akan dikenang sebagai bagian dari perpisahan yang manis.
Lebih dari sekadar gambar, foto-foto yang dihasilkan diharapkan menjadi arsip kenangan. Ia tidak hanya merekam wajah dan barisan, tetapi menyimpan cerita tentang waktu yang dilalui, proses yang ditempa, dan perjalanan kebersamaan yang akan selalu hidup—bahkan ketika langkah mereka telah menempuh jalan masing-masing.A
