Mahasiswa Asal Bengkulu Hanyut di Pantai Mesir, Doa Keluarga Mengiringi Pencarian di Negeri Seberang

Bengkulu — Harap dan cemas masih menggantung di langit Pantai Mesir. Hingga kini, Abdullah Wafiq (20), mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Kota Bengkulu, belum ditemukan sejak dinyatakan hanyut terseret arus laut. Jarak ribuan kilometer tak menghalangi duka yang kian dalam—dari pesisir Mesir hingga sudut sunyi rumah keluarganya di Bengkulu.

Di RT 05 Kelurahan Kebun Dahri, kabar itu menjelma menjadi doa yang tak putus. Ketua RT setempat, Wiriadi Ishak, menyampaikan perkembangan terbaru yang sarat emosi: keluarga besar Abdullah telah bertolak ke Kairo, Mesir, menyusul pencarian sang anak.

“Sampai saat ini belum ada kabar pasti keberadaan Wafiq dan tim SAR masih terus mencari. Keluarga korban sudah berangkat ke Kairo Mesir,” ujar Wiriadi.

Peristiwa nahas ini terjadi saat Abdullah—mahasiswa semester 4 Al-Azhar—bersama empat rekannya mandi di pantai. Senja berubah menjadi kepanikan ketika arus laut tiba-tiba menyeret dua orang. Keduanya dinyatakan tenggelam. Tim SAR setempat bergerak cepat, namun waktu tak selalu berpihak. Satu korban berhasil ditemukan mengapung, mahasiswa asal Jawa Timur. Sementara itu, Abdullah masih belum ditemukan.

Abdullah adalah anak kedua dari empat bersaudara, putra pasangan Nazuardi dan Syafni, warga Jalan Al Furqon RT 05 Kebun Dahri. Malam Sabtu menjadi titik awal kabar duka yang sejak itu terus membayangi keluarga—malam ketika telepon berdering membawa berita yang mengubah segalanya.

Kini, pencarian masih berlangsung. Di sisi lain laut, keluarga menempuh perjalanan panjang dengan satu harapan: menemukan kepastian. Di Bengkulu, tetangga dan kerabat menguatkan satu sama lain, mengirimkan doa agar Allah memberikan jalan terbaik—apa pun ketetapan-Nya.

Waktu terus berjalan, ombak tetap berderu, dan doa-doa terus dilangitkan. Semoga pencarian segera membuahkan hasil, dan keluarga diberi ketabahan menghadapi ujian berat ini. Sumber: rbtv.disway.id